Sumbarmadani.com- Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan bertema “Skrining Status Gizi pada Masyarakat Usia Reproduksi”. Kegiatan ini berlangsung di Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, pada Kamis, 24 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, yang tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, Prodi Kebidanan UMN Bukittinggi ingin memperkuat peran aktifnya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan pemberdayaan komunitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur perangkat nagari, kader posyandu dari berbagai jorong, dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas lokal dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Ketua tim pelaksana, Rini Amelia, S.ST., M.Keb, bersama anggota tim Diana Putri, S.Keb.Bd., M.Keb; Desi Andriani, S.ST., M.Keb; dan Rachma Dina Arta, S.Gz, didampingi para mahasiswa kebidanan UMN Bukittinggi, memfasilitasi kegiatan yang dirancang secara partisipatif dan edukatif.
Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk menilai pemahaman awal peserta tentang gizi, diikuti dengan penyuluhan seputar gizi seimbang dan pentingnya pemantauan status gizi pada usia reproduksi (15–49 tahun). Penyuluhan ini tidak hanya membekali peserta dengan informasi, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif.
Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah penggunaan alat bioimpedansi modern yang memungkinkan pengukuran berbagai parameter tubuh secara non-invasif. Parameter yang diukur meliputi berat badan, persentase lemak tubuh, persentase otot rangka, tingkat lemak visceral, indeks massa tubuh (BMI), metabolisme istirahat (RMR), hingga usia tubuh (body age).
Sebanyak 40 kader posyandu menjadi peserta utama kegiatan ini. Mereka tak hanya mendapatkan pemahaman baru mengenai status gizi dan cara mengukurnya, tetapi juga dilatih untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian, kader posyandu diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Perwakilan tim, Diana Putri, S.Keb.Bd., M.Keb, dalam sambutannya menegaskan pentingnya deteksi dini status gizi sebagai langkah preventif:
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal awal bagi para kader dalam mengenali kondisi gizi pribadi dan menyebarkan informasi kepada masyarakat, demi membangun perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.”
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Beberapa di antaranya menyampaikan apresiasi atas manfaat yang mereka rasakan langsung.
“Saya baru tahu kalau tubuh saya punya persentase lemak dan otot yang bisa diukur dengan alat. Penjelasan dari tim sangat mudah dimengerti. Saya jadi lebih semangat untuk menjaga pola makan dan aktif bergerak,” ujar Ibu Rina, salah satu kader.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami kader. Kami bisa tahu kondisi tubuh kami sendiri dan nantinya bisa memberi contoh bagi warga di sekitar kami,” ungkap Ibu Yulita dari Jorong Piliang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata peran strategis institusi pendidikan dalam mengintervensi isu kesehatan masyarakat secara preventif dan partisipatif. Ke depan, Prodi Kebidanan UMN Bukittinggi berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan serupa di berbagai wilayah, guna memperkuat literasi gizi dan kesehatan komunitas (YF).








