Sumbarmadani.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat bekerja sama dengan Pengurus Daerah (PD) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumatera Barat mengadakan Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara pada Kamis, 16 Juni 2022 bertempat di Kantor Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat. Narasumber dalam kegiatan ini adalah H. Leonardy Harmaini Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H dan Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd. Acara dimoderatori oleh Drs. H. Japeri Jarab. Beberapa peserta dalam kegiatan ini berasal dari STAI-YASTIS Padang, IPTI Sumbar, UIN IB Padang, Unand, dan HMI.
Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd yang merupakan ketua PD Perti Sumatera Barat menjelaskan bahwa sosialisasi empat pilar ini merupakan amanah dari MPR RI. Artinya, setiap komponen bangsa harus memahami dan mengamalkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar ini yaitu pancasila UUD 1945, NKRI, dan bhineka tunggal ika. Menurutnya, kegiatan ini dikhususkan pada generasi muda karena pemuda merupakan pewaris bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan selanjutnya.
Dikatakan Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd, tantangan kebangsaan secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam dua hal yakni tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal dapat berupa masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit, pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan. Tantangan internal lainnya adalah kurangnya keteladaan dalam sikap dan prilaku sebagai pemimpin dan tokoh bangsa. Sementara itu, tantangan eksternal kebangsaan yakni pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam dan mekin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.
“Hari ini, sangat banyak tantangan bangsa yang kita lalui seperti tantangan ekonomi, tantangan teknologi, tantangan politik dan sebagainya, Serangan-serangan sosial banyak membuat perpecahan bangsa. Untuk itu, perlu diperkuat pertahanan diri kita masing-masing. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat kita pahami dan kita amalkan dalam konteks berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujarnya.
Leonardy Harmaini Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H selaku anggota MPR RI periode 2019-2024 dan Ketua Dewan Majelis Pembina Persatuan Perti Sumatera Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan pancasila, UUD 1945, NKRI, dan bhinneka tunggal ika. Menurutnya, pelaksanaan empat pilar kehidupan dalam berbangsa dan bernegara ini adalah agenda yang wajib disosialisasikan oleh anggota MPR RI di daerah pemilihannya masing-masing. Hal ini agar nilai dan norma dari keempatnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Indonesia terutama generasi muda terhadap ketetapan MPR lainnya. Kemudian, tujuan lainnya juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Di sisi lain, H. Leonardy Harmaini Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H juga menyampaikan agar organisasi kemasyarakat dan keagaman di Indonesia dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang memasyarakatkan empat pilar. Menurutnya, materi-materi empat pilar ini bisa dijadikan materi pendukung untuk setiap kegiatan organisasi-organisasi ke depannya. Lanjutnya, tugas peserta yang hadir pada kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kembali materi empat pilar ini pada teman, keluarga dan lingkungan di sekitar mereka.
“Tugas utama kita ke depan adalah bersama-sama memasyarakatkan empat pilar ini dengan bekal yang sudah disiapkan oleh MPR,” ujarnya.
Daral Hakimi MZ yang merupakan salah seorang peserta dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Acara ini dapat membuka cakrawala generasi muda tentang empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kegiatan ini harus tetap dilanjutkan dengan durasi waktu diskusi yang lebih panjang. Baginya, tidak cukup memahami empat pilar hanya dengan jangka waktu empat sampai lima jam.
“Kegiatan ini jangan hanya diberikan pada kaum terpelajar atau mahasiswa. Mereka sudah bisa membaca materi-materi yang ada. Hendaknya, ini bisa dilanjutkan pada masyarakat yang punya masa. Sehingga empat pilar ini bisa disosialisasikan pada masyarakat luas. Saya pribadi juga akan mensosialisasikan ilmu yang saya dapat hari ini, setidaknya pada keluarga saya di rumah,” paparnya. (MH)




