Sumbarmadani.com– Alumni Universitas Andalas, Fajar Rusvan (Angkatan 2001), menyerahkan sebuah buku kepada YAB Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Timbalan Perdana Menteri Malaysia. Penyerahan buku tersebut menjadi simbol diplomasi kebudayaan dan intelektual alumni Universitas Andalas di tingkat regional Asia Tenggara.
Momentum ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) yang mendorong almamater Universitas Andalas tampil lebih fokus dan strategis di tingkat internasional. Dalam 10 tahun ke depan, Universitas Andalas ditargetkan mampu menjadi salah satu universitas terkemuka di kawasan Asia Tenggara, dengan diplomasi kebudayaan sebagai pintu masuk utama.
Ketua Umum DPP IKA Unand, Denny Abdi, menegaskan bahwa peran alumni di ruang-ruang strategis internasional merupakan aset penting dalam memperkuat jejaring global universitas. Menurutnya, diplomasi kebudayaan yang dijalankan alumni menjadi representasi nilai akademik dan kultural Universitas Andalas di mata dunia.
Selain penguatan peran global, IKA Unand juga mendorong Universitas Andalas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) agar lebih optimal dalam mengelola potensi ekonomi kampus. Optimalisasi lahan produktif melalui pembangunan hotel bintang empat dan lapangan golf di kawasan kampus dinilai mampu menjadi daya tarik sport tourism, khususnya dari negara-negara serumpun seperti Malaysia.
Konsep hotel dengan nuansa jungle experience juga diproyeksikan dapat mengaktifkan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Sumatera Barat dengan venue yang memiliki keunikan tersendiri.
Di bawah kepemimpinan Denny Abdi, IKA Unand berada dalam fase akselerasi organisasi. Seluruh alumni optimistis organisasi ini mampu mengeksekusi program unggulan dari kepengurusan sebelumnya, sekaligus menjalankan agenda strategis yang telah ditetapkan dalam rapat kerja.
Dalam Rapat Pra Rapat Kerja I DPP IKA Unand periode 2025–2029 yang digelar secara daring pada Kamis (29/1/2026) malam, Denny Abdi menekankan agar program kerja kepengurusan ke depan difokuskan pada pemberdayaan alumni tanpa membebani kebutuhan anggaran.
Ia mengingatkan agar setiap bidang dan departemen merancang program yang sejalan dengan mekanisme operasional organisasi, serta tidak sampai membebani alumni dengan pengajuan proposal pendanaan.
Rapat yang dipandu moderator Ilhamsyah Mirman berlangsung dalam suasana diskusi yang terbuka dan dinamis. Denny Abdi mengapresiasi kekompakan jajaran pengurus yang dinilainya sudah sejalan sejak awal masa kepemimpinan.
Pada sesi tanya jawab, Emil Mahmudsyah, S.S., M.Pd dari Bidang Pendidikan dan Pelatihan sekaligus Departemen Literasi Digital menyampaikan bahwa sinkronisasi teknologi digital perlu dioptimalkan oleh seluruh bidang dan departemen guna merealisasikan visi dan misi organisasi.
Menurutnya, melalui literasi dan digitalisasi, visi dan misi Ketua Umum dapat lebih mudah disosialisasikan dan diterjemahkan ke dalam program kerja nyata, sehingga seluruh agenda kepengurusan DPP IKA Unand dapat terealisasi secara efektif.
Sebagai organisasi alumni yang turut mengelola institusi pendidikan tinggi, IKA Unand dinilai sebagai model ideal organisasi alumni dengan visi kuat di bidang pendidikan. IKA Unand juga mendorong pengelolaan Universitas Dharma Andalas agar semakin maju, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan zaman.
Penyerahan buku oleh Fajar Rusvan kepada Wakil Perdana Menteri Malaysia tersebut tidak hanya menjadi simbol kontribusi personal alumni, tetapi juga merepresentasikan peran Universitas Andalas dan alumninya dalam membangun jembatan intelektual, budaya, dan pendidikan di kawasan Asia Tenggara (YF)








