• Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home OPINI

Mengejawantahkan Moderasi Beragama

Oleh: BOBY GUSTIADI (Pimpinan Poondok Pesantren Darut Thalib Kota Solok)

Ifdal Lillahi by Ifdal Lillahi
3 tahun ago
in OPINI
152 5
Mengejawantahkan Moderasi Beragama
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sumbarmadani.com-Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, budaya dan agama (multikulturalisme) menjadikan perbedaan sebagai sebuah keniscayaan. maka dari itu, sikap toleransi antar sesama anak bangsa sangat diperlukan di tengah kemajemukan bangsa ini. Fakta dan realita yang tengah terjadi menjadi bukti bahwa banyak (PR) Pekerjaan Rumah yang mesti diselesaikan bersama.

Agama sebagai keyakinan dan kepercayaan umat beragama, menjadikan itu sebagai sumber tertinggi dalam diri setiap manusia. Sikap kebaikan dan kebijaksanaan akan terpancar pada setiap aktivitas keseharian. Namun di era digitalisasi sekarang ini, nilai-nilai agama sudah memudar dan tidak terpancar dalam setiap interaksi yang berlangsung. Maka dari itu, menjalankan esensi agama sesuai dengan mestinya, perlu diperbaharui kembali.

Di tengah banyaknya pelbagai macam aliran-aliran keras, radikal, yang tidak mengutamakan persatuan, maka moderasi beragama merupakan jawaban dari itu semua. “Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara,” jelas Prof. Dr. Ali Ramdhani.

Tidak hanya paham radikal yang perlu diantisipasi, sikap tawasuth (berada di posisi tengah) juga mesti perlu muncul dalam diri dan tindakan. Ini bukan satu yang hal yang baru, para guru-guru dan ulama-ulama kita terdahulu sudah mengajarkan hal seperti ini. Makanya pondok-pondok Pesantren yang ada seharusnya sebagai wadah untuk pengkaderan orang-orang yang akan berada di tengah-tengah masyarakat, dan menyebarkan moderasi beragama wabil khusus Islam yang Rahmatan Lil ‘alamin.

Era teknologi informasi yang menghadirkan segala kecepatan banyak sekali bertebaran informasi ditengah-tengah masyarakat, baik itu benar ataupun salah, maka sebagian daripada umat saat ini banyak yang gampang terpancing emosinya, mudah saja teradu domba dengan berita palsu atau bohong (hoaks), sehingga terjadi perpecahan di tengah masyarakat.

Para guru dan ulama-ulama telah mengajarkan dan mengatakan apabila ada suatu fitnah jadilah kamu orang yang berada di tengah, tidak memihak yang di sini dan tidak memihak yang lain, tapi berpihaklah kepada kebenaran yang Hakiki yaitu Al-quran dan As-sunnah. Kalau engkau mengikuti kebenaran kelompok ini ataupun kelompok yang lain, maka berpotensi menjadi perpecahan, maka berpeganglah kepada yang hakiki.

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah “Jika fitnah telah melanda maka berpeganglah pada Sunnah. Dengan sikap diam, tidak membicarakan sesuatu yang bukan urusan kita, jika tidak mampu memberikan suatu solusi, jangan menambah buruk keadaan. Apabila engkau mendapati masalah yang pelik kembalikan kepada Allah dan Rasulnya, seraya mengatakan Wallahualam.

Hal yang perlu kiranya diingat kembali oleh seluruh elemen masyarakat bahwa, dahulu para Wali Songo mengIslamkan masyarakat nusantara khususnya di pulau Jawa dengan cara yang damai. Suksesnya dakwah para wali tersebut mereka datang tidak dengan pedang tapi datang dengan damai dan melestarikan budaya di nusantara.

Maka dari itu, pelbagai persoalan yang tengah terjadi di era digitalisasi terkait banyaknya sumber informasi yang simpang siur di tengah masyarakat. Umat Islam ini lebih cerdas, terbuka, open minded dan berhati-hati menerima informasi, perlu kiranya untuk memilih dan memilah informasi yang diterima/dibaca agar menjadi umat yang tidak gampang terpancing terhadap hal-hal yang tidak penting.

Kita berharap generasi Islam kedepannya menjadi ilmuwan yang fokus dan lokusnya pada persoalan kekinian (Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, Metaverse) bukan pada persoalan remeh temeh yang tidak penting, umumnya untuk generasi Indonesia dan khususnya untuk Sumatera Barat. Kita berharap muncul ahli fiqh, ahli ushul, ahli tafsir, serta harapan terbesar lahir kembali Syekh Khatib Al-Minangkabawi, Inyiak Canduang, Inyiak parabek yang baru di tengah-tengah masyarakat minang. Rindu akan tokoh hebat Minangkabau yang cinta kepada ilmu pengetahuan. (*)

Previous Post

DDV SUMBAR PERINGATI HARI BERSIH-BERSIH SEDUNIA DI PANTAI PURUS PADANG

Next Post

Rumah Tahfiz Qur’an Al-Faruq Kapalo Banda, Padang Belimbing, Solok Gelar Wisuda Tahfiz ke II

Next Post
Rumah Tahfiz Qur’an Al-Faruq Kapalo Banda, Padang Belimbing, Solok Gelar Wisuda Tahfiz ke II

Rumah Tahfiz Qur'an Al-Faruq Kapalo Banda, Padang Belimbing, Solok Gelar Wisuda Tahfiz ke II

Recommended.

Bawaslu Kota Padang Gelar Rapat Kerja Teknik Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah

Bawaslu Kota Padang Gelar Rapat Kerja Teknik Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah

7 Agustus 2024 | 09:32
S. Rangkuti, S.H

Dinamisasi Election System di Indonesia Menjelang Putusan MK antara Proporsional Terbuka atau Tertutup

7 Juni 2023 | 22:26

Trending.

Desain Publikasi:

Desain Publikasi: Panduan Lengkap untuk Menciptakan Materi Visual yang Memikat

4 Juni 2023 | 19:49
Raihan Ariatama, Eks Ketum PB HMI yang Kini Pimpin Bidang Pemenangan Pemilu DPP PSI

Raihan Ariatama, Eks Ketum PB HMI yang Kini Pimpin Bidang Pemenangan Pemilu DPP PSI

28 September 2025 | 05:46
Pengguna Telkomsel Bermasalah di Sumbar, Ini Penyebabnya

Pengguna Telkomsel Bermasalah di Sumbar, Ini Penyebabnya

13 September 2022 | 16:56
Dipercaya Pimpin Perguruan Karate Kala Hitam Jabar, Joni Sikumbang Targetkan Kebangkitan Prestasi Karateka Muda

Dipercaya Pimpin Perguruan Karate Kala Hitam Jabar, Joni Sikumbang Targetkan Kebangkitan Prestasi Karateka Muda

16 Juni 2025 | 11:29
Skandal Inses Bukittinggi : Ibu dan Anak Kandung Berhubungan Badan Selama Bertahun-tahun

Skandal Inses Bukittinggi : Ibu dan Anak Kandung Berhubungan Badan Selama Bertahun-tahun

28 Juni 2023 | 13:47
Sumbarmadani.com

© 2023 MMG

  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV

© 2023 MMG

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In