• Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Muhammadiyah: Mencintai Indonesia Mencerahkan Dunia

Oleh : Yogi Prima Danu, M.Si

Adjie Surya Kelana by Adjie Surya Kelana
3 tahun ago
in NASIONAL
155 8
Muhammadiyah: Mencintai Indonesia Mencerahkan Dunia
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sumbarmadani.com – Muhammadiyah adalah organisasi Islam terkaya di dunia yang dipimpin dan dikelola oleh sosok-sosok yang sedarhana dan bersahaja. Jika ada lembaga yang melakukan riset tentang organisasi Islam terkaya di dunia, sudah tentu Muhammadiyah berada di papan atas organisasi Islam terkaya di dunia. Kekayaan fantastis Muhammadiyah berasal dari iuran anggota, hasil pengelolaan asset dan hak milik, zakat, infaq, waqaf, shodaqoh, berbagai macam jenis amal usaha-usaha perekonomian, dan masih banyak lagi berbagai sumber usaha yang halal lagi baik. Namun kesemuanya itu tidak dimiliki oleh pribadi, melainkan dikembalikan lagi kebermanfaatannya sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Diketahui setidaknya aset tanah yang dimiliki Muhammadiyah sekitar 21 juta meter persegi atau setara dengan luas 10 kali lebih besar dari negara Singapura. Ditanah seluas 21 juta meter persegi berdiri sekurangnya 19.951 sekolah, 13.000 Masjid dan Mushola, 765 Bank perkreditan rakyat syari’ah, 635 panti asuhan, 457 rumah sakit dan klinik, 437 Baitul Mal, 176 Universitas, dan 102 pondok pesantren. Seluruh asset Muhammadiyah adalah atas nama umat. Semua potensi ekonomi yang dimiliki Muhammadiyah sebesar – besarnya dikembalikan untuk kepentingan umat. Tercatat ada lebih dari 25 juta warga Muhammadiyah yang mendapatkan manfaat dari semua amal usaha Muhammadiyah. Bahkan lebih luas lagi persyarikatan ini melayani seluas – luasnya masyarakat Indonesia.

Sama sekali tidak mengherankan jika banyak pakar menyebut bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern terbesar di dunia. Managemen organisasi ini dikelola secara rapi dan transparan, serta terdokumentasi dengan baik, dengan visi yang progresif (berkemajuan). Muhammadiyah kerap menerima pujian dan penghargaan dari berbagai institusi terkemuka dunia.

Mentalitas Kaya

Kekayaan Muhammadiyah tidak muncul seketika. Seluruh asset amal usaha dan bakti nyata Muhammadiyah merupakan kerja panjang selama lebih dari seabad. Mentalitas yang dibentuk pada organisasi ini adalah mental “aghniya” (orang kaya), mental memberi spirit Al-Maaun, yang membebaskan sekaligus memberdayakan. Diperkuat oleh doktrin KH. Ahmad Dahlan yang mengatakan “Hidup – hidupilah Muhammadiyah, Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah”. Pengurus persyarikatan ini didorong untuk menjadi pribadi – pribadi yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sehingga bisa mengabdikan hidup untuk sebesar – besarnya kepentingan persyarikatan dan umat.

Posisi ini pula yang secara kolektif ingin diperlihatkan Muhammadiyah sebagai organisasi. Muhammadiyah tidak ingin menempatkan tangan dibawah dengan selalu berharap pada program atau bantuan pemerintah. Sebaliknya Muhammadiyah selalu bertanya apa yang bisa diberikan dan dibantu oleh Muhammadiyah untuk pemerintah apalagi masyarakat Indonesia?. Saat pemerintah membuat program BPJS Kesehatan sebagai bentuk jaminan kesehatan bagi masyarakat. Misalnya, Muhammadiyah rela menalangi terlebih dahulu sejumlah pembiayaan untuk dibayar belakangan klaimnya. Saat Pandemi Covid-19 melanda, pemerintah kesulitan melobi rumah sakit untuk penanganan pasien corona, ratusan rumah sakit Muhammadiyah dibuka sebagai tempat isolasi, pengobatan, dan pemulihan. Belum lagi Lazizmu yang mengkonsolidasikan ratusan miliar dana sebagai bentuk jaring pengaman sosial selama pandemi Covid-19.

Lihat juga ratusan ribu lapangan pekerjaan yang dibuka oleh ribuan amal usaha Muhammadiyah, jutaan pelajar dan mahasiswa, serta puluhan juta alumni lulusan sekolah dan perguruan Muhammadiyah yang kini menggerakkan roda – roda pengabdian negeri. Dalam 1 abad lebih kiprahnya, dengan mentalitas “kaya” ini Muhammadiyah terus berusaha memberi yang terbaik untuk negeri. Muhammadiyah serius menjadi pemain utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai “Baldatun Thoyibatun wa Robbun Ghofur”.

Panggung Eksistensi

Berangkat dari data dan fakta sebelumnya jelas Muhammadiyah tidak kekurangan “panggung” untuk menunjukkan eksiatensinya. Jauh dibelakang hari Muhammadiyah sudah selesai pada soal besar – besaran jumlah pengikut, adu kuat dan adu keras dalam berteriak, apalagi turun ke jalan – jalan untuk mencari panggung eksistensi. Muhammadiyah tidak membutuhkan jalanan sebagai panggung untuk menunjukkan eksistensi diri. Panggung Muhammadiyah adalah puluhan ribu sekolah disana anak – anak bangsa dididik, dicerdaskan, dan dicerahkan. Ratusan perguruan tinggi disana para akademisi dan intelektual Muhammadiyah merancang peradaban. Lalu puluhan ribu masjid, ratusan rumah sakit dan amal usaha lainnya. Kader – kader Muhammadiyah berkiprah memberi bakti yang terbaik untuk negeri. Itulah cara Muhammadiyah mencintai Indonesia mencerahkan dunia.

Dengan tidak terjun langsung kedalam politik, apakah artinya kiprah Muhammadiyah menjadi “less political”? Tentu tidak, Muhammadiyah memang tidak mengerjakan politik yang bersifat permukaan. Muhammadiyah melakukan kerja politik peradaban. Muhammadiyah tidak menerapkan politik gincu tetapi mengoperasikan politik garam. Sejak sebelum berdirinya Republik Indonesia, Muhammadiyah juga menentukan bulat dan lonjongnya negeri ini. Dengan spirit Islam berkemajuan sebagai pijakannya Islam yang memberikan dampak nyata bagi umat, bangsa, bahkan dunia. Itulah panggung eksistensi Muhammadiyah selama ini. 18 November 1912 KH. Ahmad Dahlan muda mungkin belum tahu bahwa Muhammadiyah yang didirikannya akan sebesar seperti hari ini. Namun karena visi besar yang diturunkannya menjadi kerja-kerja nyata yang luar biasa. Karena doktrin “Hidup – hidupilah Muhammadiyah bukan hanya kata – kata belaka. 112 tahun kemudian Muhammadiyah menjelma menjadi organisasi Islam terkaya di dunia.

Previous Post

Pemerintah Kota Padang Tambah Dua Koridor Baru di Trans Padang untuk Meningkatkan Layanan Transportasi

Next Post

Pelantikan PC PERTI Payakumbuh: Mengukuhkan Komitmen Pengembangan Organisasi Islam

Next Post
Pelantikan PC PERTI Payakumbuh: Mengukuhkan Komitmen Pengembangan Organisasi Islam

Pelantikan PC PERTI Payakumbuh: Mengukuhkan Komitmen Pengembangan Organisasi Islam

Recommended.

Jalur Penerbangan Padang-Singapura Kembali Dibuka, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Jalur Penerbangan Padang-Singapura Kembali Dibuka, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

7 Januari 2025 | 09:30
Ketua MPR RI Dorong Peningkatan Pembangunan Desa Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Majelis Nasional KAHMI

Ketua MPR RI Dorong Peningkatan Pembangunan Desa Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Majelis Nasional KAHMI

1 Agustus 2024 | 07:05

Trending.

Pengurus Daerah Perti Sumatera Barat, Prof. Dr. H Sufyarma Marsidin: Festival Surau Adalah Ajang Kompetitif yang Mengusung Nilai-Nilai Penting

Ketua Dewan Pembina Perti Kota Padang, H. Fadly Amran, BBA: PERTI, Sinergi Pemimpin dan Ulama dalam Memajukan Bangsa

7 Juli 2024 | 16:27
Dalam Peringatan Maulid Nabi, Fadly Amran Kenang Peran PERTI Sebelum Pencalonannya Sebagai Walikota Padang 

Dalam Peringatan Maulid Nabi, Fadly Amran Kenang Peran PERTI Sebelum Pencalonannya Sebagai Walikota Padang 

21 September 2024 | 16:25
Sambut Ramadhan 1445H, Keluarga Besar PERTI Kota Padang Bersama MTY Gelar Wirid Akbar

Sambut Ramadhan 1445H, Keluarga Besar PERTI Kota Padang Bersama MTY Gelar Wirid Akbar

10 Maret 2024 | 00:02
BEM KM Politeknik Negeri Padang Gelar Nobar Sahabat Rasulullah SAW Bersama TPQ Nurul Anhar Pasar Baru

BEM KM Politeknik Negeri Padang Gelar Nobar Sahabat Rasulullah SAW Bersama TPQ Nurul Anhar Pasar Baru

1 Desember 2022 | 21:38
Festival Tudung Lingkup Meriahkan Agenda Penutupan Ekspedisi Kenduri Swarnabhumi di Jambi

Festival Tudung Lingkup Meriahkan Agenda Penutupan Ekspedisi Kenduri Swarnabhumi di Jambi

28 Agustus 2022 | 17:22
Sumbarmadani.com

© 2023 MMG

  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV

© 2023 MMG

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In