Sumbarmadani.com- Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting Kota Padang, Rabu, (31/8) di Aula Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Jl. S. Parman No.240 Ulak Karang Padang.
Diskusi Panel Kasus Stunting Kota Padang yang dilaksanakan, merupakan wujud masuknya stunting kedalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.
Target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 27,6% pada tahun 2019 diharapkan menjadi 14 persen pada tahun 2024. Serta Pemerintah Indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional.
Diskusi panel menghadirkan Dokter Spesialis Obgyn, Dr. dr. Roza Sriyanti, Sp.OG., Sups.K.Fm, Dokter Spesialis Anak dr. Nice Rachmawati Masnadi, Sp.A(K), Ahli Gizi Nurhamidah, M.Biomed, dan Ahli Psikologi Endah Rahayu, M.Psi.
Sebagai Technical Assistant Satgas Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Feri Irwandi menyampaikan
“Dengan Audit Kasus Stunting akan diperoleh penyebab terjadinya risiko stunting kepada sasaran dan anak stunting. Sehingga akan muncul treatment dan rekomendasi yang tepat untuk sasaran”, ucap Feri.
Pelaksanaan Audit kasus stunting Kota Padang diharapkan angka stunting menurun di Kota Padang.
“Harapannya angka stunting kota Padang 18,9% (SSGI 2021) bisa turun dan mencapai target nasional di bawah 14% th 2024”, sebut Feri.
Lanjutnya, yang menjadi sasaran penting dari kegiatan audit stunting ini, “calon pengantin (catin), Ibu hamil, Ibu menyusui dan Balita,” tutup Feri. (Azn)




