Sumbarmadani.com-Setelah Bjorka mengunggah pesan “Stop Being an Idiot” untuk membalas pernyataan Kominfo yang minta hacker jangan menyerang, 105 juta data penduduk Indonesia yang diduga dari KPU mengalami kebocoran, Selasa (6/9).
Dari 105 juta data penduduk Indonesia itu, Bjorka membagikan 2 juta data yang dapat diunduh secara bebas dan gratis sebagai sampel. Berdasar sampel yang dibagikan, pengamat mengatakan data tersebut valid.
Afif Hidayatullah, Peneliti keamanan siber independen yang juga seorang bug hunter (pemburu celah keamanan internet), melakukan pengecekan data NIK di sampel itu secara acak.
“Saya coba check (secara) random NIK-nya. Salah satunya yang ada di kota Kediri, yaitu 3571************, dan (hasilnya) ya NIK sih valid. Menurut saya, berarti data ini benar data masyarakat kita,” ujar Afif.
Kebocoran 105 juta data penduduk Indonesia yang diduga milik KPU itu, dibagikan di forum online “Breached Forums”. Bjorka menjual data itu seharga Rp 5.000 dollar AS (Rp 74,4 juta). Dalam unggahannya, Bjorka mengklaim data penduduk Indonesia dari KPU.
Bjorka menerangkan file itu berisi 105.003.428 data penduduk Indonesia, yang terdiri dari data NIK (Nomor Induk Kependudukan), nomor KK (Kartu Keluarga), nama lengkap, alamat domisili, hingga keterangan status disabilitas.
Bjorka sendiri merupakan pelaku yang sama dengan kasus kebocoran 1,3 data SIM Card (kartu SIM) dan kasus kebocoran 26 juta data pelanggan Indihome. Bjorka membagikan dua data itu di Breached Forums pada akhir Agustus lalu. Sumber: Kompas.com (Azn)




