• Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home OPINI

Hedonisme: “Dampak Gaya Hidup Konsumtif Dalam Perspektif Ekonomi Syariah”

Oleh: Febiola Sandra, S.E (Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar)

Ifdal Lillahi by Ifdal Lillahi
3 tahun ago
in OPINI
167 1
Hedonisme: “Dampak Gaya Hidup Konsumtif Dalam Perspektif Ekonomi Syariah”
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sumbarmadani.com-Dalam era modern yang dipenuhi godaan konsumsi hedonis, masyarakat dihadapkan pada tantangan serius dalam menjaga stabilitas keuangan. Gaya hidup konsumtif yang didorong oleh hedonisme mengundang pertanyaan tentang dampaknya terhadap keuangan individu, terutama dalam konteks ekonomi syariah. Serta hedonisme seringkali membawa dampak negatif terhadap keuangan individu. 

Pengeluaran yang berlebihan untuk kepuasan pribadi dan hiburan sering tidak sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang menekankan pada keadilan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan hedonisme dan segala bentuknya, serta bagaimana Islam dalam perspektifnya memberikan guide dalam hedonistik?

Hedonisme Dalam Ontologi 

Hedonisme berasal dari bahasa Yunani ‘Hedone’ yang berarti kesenangan, kenikmatan, bersenang-senang. Hedonisme adalah sebuah kepercayaan bahwa kesenangan harus merupakan tujuan utama dalam hidup. Sedangkan dalam bahasa Arab “hedonisme” disebut dalam istilah “Madzhab Al Mut’ah” atau “Madzhab Al Ladzzdzah“. Dalam kamus Al Munawwir disebutkan sebagai berikut: Hedonisme adalah sebuah aliran yang mengatakan bahwa sesungguhnya kelezatan dan kebahagiaan adalah tujuan utama dalam hidup.

Jadi dapat diartikan Hedonisme adalah suatu pandangan hidup yang mengutamakan pencarian kenikmatan dan kebahagiaan sebagai tujuan utama dalam hidup. Pandangan ini menekankan bahwa kepuasan sensual dan kebahagiaan pribadi adalah hal yang paling penting. Hedonisme menganggap bahwa segala tindakan, keputusan, atau pengalaman seharusnya didasarkan pada upaya untuk mencapai kesenangan dan menghindari penderitaan.

Hedonisme merupakan cara memandang dunia yang menganggap individu akan bahagia jika mereka menemukan kebahagiaan sebanyak yang mereka bisa, yang mungkin melibatkan pengeluaran berlebihan (Prastiwi & Fitria, 2020). Penting untuk diingat bahwa tuntutan ekonomi dapat dipenuhi manusia tanpa memerlukan perilaku konsumeris. Dalam perspektif ekonomi syariah konsumsi bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan individu, sebagai konsumen dalam rangka memenuhi perintah Allah SWT, akan tetapi lebih jauh berimplikasi terhadap kesadaran berkenaan dengan kebutuhan orang lain (Maulidina, 2019).

Dalam Islam, tujuan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan maksud pengabdian kepada Allah SWT, menjadikannya sebagai bentuk ibadah yang mendatangkan pahala. Secara nyata, individu diamanahkan untuk mencari rezeki, mengkonsumsi yang halal, dan menjaga agar tidak berlebihan dalam pengeluaran harta. Adopsi perilaku konsumsi yang sesuai dengan ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya dijamin akan membawa kesejahteraan dan keadilan dalam kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Menanggalkan Paradigma Hedonistik yang Merosotkan Nilai-Nilai Etika

Pemahaman yang membenarkan segala cara demi mencapai kenikmatan semata dapat membawa individu ke dalam lingkaran perilaku yang merusak, di mana tindakan egois dan tidak etis menjadi norma yang dianut. Dalam pandangan Islam, konsep ini sangat kontras dengan ajaran agama yang menekankan nilai-nilai moral dan etika.

Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan yang berkelanjutan tidak hanya dapat dicapai di dunia ini, tetapi juga di akhirat. Oleh karena itu, untuk menjaga kehidupan seseorang agar tetap sejalan dengan nilai-nilai agama, penting untuk menjauhkan diri dari pandangan hedonistik yang memandang kenikmatan semata sebagai tujuan utama.

Dalam konteks ini, Islam mengarahkan individu untuk menjalani kehidupan yang berpusat pada nilai-nilai moral, menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Pandangan hedonistik yang mengabaikan norma-norma etika dan moral dapat mengarah pada kecenderungan perilaku egois yang tidak mempertimbangkan keadilan dan kebaikan bersama.

Dengan mengikuti ajaran agama, seseorang dipandu untuk mencapai kebahagiaan yang lebih mendalam dan berkelanjutan, tidak hanya sebatas kenikmatan sementara. Oleh karena itu, menjauh dari pandangan hedonistik bukan hanya sebagai upaya untuk mematuhi ajaran agama, tetapi juga sebagai langkah menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh nilai. 

Perspektif Keseimbangan dalam Ajaran Islam

Islam mengajarkan pentingnya mencapai keseimbangan antara kebahagiaan lahir dan batin sebagai landasan bagi kehidupan yang berkualitas. Keseimbangan ini tidak hanya menciptakan harmoni dalam aspek duniawi, tetapi juga menjelma sebagai perpaduan yang mengintegrasikan pencapaian kenikmatan materi dengan perhatian yang mendalam terhadap kebahagiaan spiritual dan moral. Dalam ajaran Islam, keseluruhan hidup dipandang sebagai kesatuan yang utuh, di mana pencapaian kenikmatan duniawi tidak dikejar dengan gegabah, melainkan diimbangi dengan perhatian yang mendalam terhadap dimensi spiritual dan moral.

Dalam konteks ini, kebahagiaan yang sejati dalam Islam ditekankan sebagai hasil dari ketundukan pada kehendak Allah SWT dan pemenuhan tugas-tugas agama. Mengabdi dengan ikhlas dan kesadaran penuh terhadap nilai-nilai moral memainkan peran krusial dalam membentuk kebahagiaan batiniah yang mendalam. Seseorang diarahkan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran akan tujuan spiritualnya, menggabungkan pencapaian dunia dengan ketentraman jiwa dan kepuasan moral.

Dengan mengutamakan keseimbangan antara dimensi lahir dan batin, Islam mendorong individu untuk menghindari ketidakseimbangan yang dapat mengarah pada kehidupan yang hampa makna. Keseimbangan ini menjadi pondasi untuk meraih kebahagiaan yang holistik, menciptakan lingkungan hidup yang sejahtera dan berlandaskan nilai-nilai agama.

 Antara Dunia dan Akhirat

Upaya mencapai kebahagiaan, Islam menekankan bahwa tujuan akhir bukan hanya mencapai kenikmatan sementara di dunia, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kebahagiaan abadi di akhirat. Oleh karena itu, fokus pada keseimbangan antara dunia dan akhirat menjadi esensial dalam setiap langkah dan keputusan hidup. Keberkahan dalam kehidupan dapat diraih dengan memadukan aspek-aspek material dan spiritual, menciptakan kebahagiaan yang lebih mendalam dan bermakna. Islam mengajarkan bahwa melalui kepatuhan pada ajaran agama, seseorang tidak hanya meraih kebahagiaan dunia, tetapi juga merintis jalan menuju kebahagiaan kekal di sisi Allah SWT.

Pentingnya fokus pada kebahagiaan akhirat mengajarkan umat Islam untuk melihat kehidupan ini sebagai ujian menuju kehidupan abadi. Dalam setiap langkah dan keputusan, mereka diingatkan untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kebahagiaan spiritual mereka. Dengan cara ini, Islam memberikan panduan yang komprehensif untuk mencapai kehidupan yang penuh makna dan bermakna di dunia ini, sekaligus merintis perjalanan menuju kebahagiaan abadi di akhirat.

Ridha Allah SWT sebagai Tujuan Utama

Sebagai penuntun dalam menghindari kesalahpahaman yang dapat merusak gaya hidup, Islam mengajarkan bahwa ridha Allah SWT harus menjadi tujuan utama. Mencari kebahagiaan tanpa mempertimbangkan kehendak-Nya dapat mengakibatkan penyesalan di akhirat. Oleh karena itu, setiap tindakan dan pilihan hidup perlu diarahkan pada mendapatkan keridhaan Allah SWT sebagai landasan kebahagiaan sejati.

Dengan memahami nilai-nilai ini, individu dapat membangun gaya hidup yang sehat, seimbang, dan berorientasi pada pencapaian kebahagiaan holistik. Pemahaman ini membantu menjaga integritas moral dan spiritual, serta memberikan arti yang lebih dalam pada setiap aspek kehidupan. Dengan menjadikan ridha Allah SWT sebagai pusat pandangan, individu tidak hanya meraih kebahagiaan dalam konteks duniawi, tetapi juga memastikan kelangsungan kebahagiaan di akhirat.

Kesadaran akan keberlanjutan kebahagiaan yang bersumber dari keridhaan Allah memberikan pijakan moral yang kokoh dan menghindarkan dari jalan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengan demikian, konsep ini bukan hanya sebagai pedoman, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang bermakna dan terarah. (*)

Previous Post

Netralitas Pemerintahan Desa Dalam Kampanye Pemilu 2024

Next Post

Dinsos Sumbar Gelar Peringatan Puncak HKSN sebagai Momentum Mengatasi Berbagai Permasalahan Sosial

Next Post
Dinsos Sumbar Gelar Peringatan Puncak HKSN sebagai Momentum Mengatasi Berbagai Permasalahan Sosial

Dinsos Sumbar Gelar Peringatan Puncak HKSN sebagai Momentum Mengatasi Berbagai Permasalahan Sosial

Recommended.

Peserta APEKSI Bersihkan Pantai Padang, Hendri Septa: Komitmen Kita Menjaga Alam

Peserta APEKSI Bersihkan Pantai Padang, Hendri Septa: Komitmen Kita Menjaga Alam

9 Agustus 2022 | 21:58
Serangan Militer Israel Kian Masif, Warga Sipil Palestina Sulit Evakuasi Jenazah

Serangan Militer Israel Kian Masif, Warga Sipil Palestina Sulit Evakuasi Jenazah

30 Oktober 2023 | 05:04

Trending.

Masjid Jabal Rahmah Semen Padang Kembali Raih Juara 1 Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang

Masjid Jabal Rahmah Semen Padang Kembali Raih Juara 1 Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang

26 Maret 2025 | 03:19
Sumbarmadani.com

© 2023 MMG

  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV

© 2023 MMG

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In