Sumbarmadani.com– Meski potensi dan dampak dari kejadian bencana sosial terkesan tidak seberat bencana alam, akan tetapi faktor kesiapsiagaan dalam mengatasi potensi dan dampak tersebut tetap harus menjadi fokus perhatian. Termasuk di antaranya kesiapsiagaan logistik, untuk disalurkan bila sewaktu-waktu terjadi bencana sosial di Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM, dalam arahannya saat membuka kegiatan “Penyusunan Laporan Logistik Bencana Sosial pada Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Sumbar di Hotel Rocky, Padang, Kamis (07/07/2022) malam. Kegiatan itu sendiri direncanakan berlangsung hingga Sabtu (09/07/2022) nanti.
“Tidak ada satu pun dari kita yang menghendaki terjadinya bencana, termasuk bencana sosial. Namun demikian, kesiapsiagaan tetap harus menjadi perhatian,” ujar Arry, didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Sumbar, Andri Yunidal, SE, MM; Koordinator PSKBS Dinsos Sumbar, Andra Rizki S, S.Sos; Koordinator PSKBA Dinsos Sumbar, Iskandar, S.Pd; dan Koordinator JSK Dinsos Sumbar Nanan Suryana, S.Sos.
Oleh karena itu, sambung Arry, kegiatan penyusunan laporan logistik bencana sosial dan bencana alam tetap harus digelar secara berkesinambungan. Arry juga menekankan, bahwa kejadian bencana sosial sendiri dalam faktor-faktor tertentu justru keadannya menjadi lebih berat, karena tak jarang yang berkait paut dengan perasaan, dan bahkan memiliki sisi traumatik yang berbeda ketimbang bencana alam.
“Meski pun potensi kejadian bencana sosial di Sumbar cenderung semakin berkurang, akan tetapi logistiknya tetap harus siaga dan terdata dengan baik,” ucapnya mengakhiri.
Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan kegiatannya, Kabid Linjamsos Dinsos Sumbar, Andri Yunidal, SE, MM menyebutkan, bahwa kegiatan yang direncanakan selama tiga hari ke depan ini berkaitan erat dengan kebutuhan data logistik kebencanaan sosial yang tersedia di kabupaten/kota di Sumbar, yang kemudian akan direkapitulasi oleh provinsi untuk kemudian disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
“Kegiatan ini sangat strategis untuk menjaga kesiapsiagaan kebencanaan sosial, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana sosial di Sumbar, maka penanganan yang diberikan dapat lebih optimal dan maksimal. Selain itu, tentu saja kegiatan ini penting bagi kita agar tersedia laporan logistik bencana sosial yang akuntabel, serta semakin meningkatkan kapasitas pengelola atau petugas logistik di Sumbar,” ucapnya. (*)




