Sumbarmadani.com-Telah dilaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) yang diketuai Prof. Dr. Abdul Razak, S.Si., MSi. Pengabdian ini merupakan kepedulian UNP kepada masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung.
Kegiatan telah berlangsung sejak 19 Juni-3 Juli dan ditutup secara resmi oleh Ketua LPM UNP pada tanggal 9 September 2022. Tim PKM beranggotakan 2 orang, profesor pada bidang Ekologi dan Lingkungan Prof. Eri Barlian, M.S, serta satu orang ahli bergelar doktor di bidang Manajemen Ekosistem Ir. Heldi, Ph.D. Hal ini diperlukan sesuai masalah dan kebutuhan dari kelompok sasaran yakni Kelompok Tani Bakti Bersama.
Berkaitan diversifikasi usaha tani, masyarakat awam secara umum kurang pengetahuan dan kemampuan mengolah dan membuat pupuk organik yang murah dan bernilai ekonomi. Hal ini terkait dengan pengetahuan, atensi, pengalaman, tingkat pendidikan, keterampilan (skill), faktor ekonomi, budaya dan lingkungan sosial. Hal ini merupakan masalah pertama. Kondisi ini mempengaruhi produktivitas petani dan hasil tanaman sayuran serta menjadi masalah yang harus dicarikan solusinya. Potret Kelompok Tani dan kondisi petani di Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Saat ini, harga NPK Mutiara mencapai Rp.630.000-Rp.800.000 jika kita lihat di Shopee bursa penjualan on line. Padahal sebelumnya hanya Rp 150.000 pada tahun yang lalu. Biaya produksi yang tinggi menyebabkan banyak petani rugi dan berhenti melakukan usaha tani dan beralih menjadi pekerja di sektor informal seperti tukang ojek dan lain sebagainya. Hal ini merupakan masalah kedua yang dicarikan solusinya melalui Pengabdian Kemitraan Masyarakat.
Masalah diatas sesuai keadaan pertanian Indonesia, sedang di simpang jalan. Sebagai penunjang kehidupan ratusan juta masyarakat Indonesia, sektor pertanian memerlukan pertumbuhan ekonomi yang mapan, cepat dan stabil. Sektor ini menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.
Pemerintah perlu memastikan integritas infrastruktur dengan keterlibatan pengguna irigasi secara lebih intensif. Disamping itu, efisiensi penggunaan air untuk mencapai panen yang lebih optimal hingga setiap tetes air. Sisi lain, kegiatan pertanian dan departemen pertanian serta dinas pertanian di pusat maupun daerah kurang memperhatikan aspek ekologi dan lingkungan.
Padahal aspek ekonomi, aspek ekologi dan lingkungan dan hasil usaha pertanian merupakan segitiga interaksi yang penting dalam mengatasi masalah-masalah usaha pertanian dalam arti sempit maupun luas. Terciptanya lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan secara drastis. Hal ini dicapai dengan memusatkan perhatian pada bahan-bahan pokok seperti beras, jagung, gula, dan kacang kedelai.
Akan tetapi, dengan adanya penurunan tajam dalam hasil produktivitas panen dari hampir seluruh jenis bahan pokok, ditambah mayoritas petani yang bekerja di sawah kurang dari setengah hektar, aktivitas pertanian kehilangan potensi untuk menciptakan tambahan penghasilan dan pekerjaan .
Penurunan yang tajam tersebut akibat usaha ataupun kegiatan pertanian tidak memperhatikan aspek-aspek ekologi dan lingkungan yang berdampak pada penurunan produksi akibat tanah teracuni, hama tikus, hama wereng, biaya produksi naik dan rusaknya lingkungan sekitar ekosistem sawah dan ladang.
Hal ini dirasakan oleh petani dengan menurunnya kualitas tanah. Penurunan kualitas tanah akibat pupuk kimia dan pestisida berdampak pada produksi petani. Kelompok Tani Bakti Bersama merasakan hal tersebut.
Kelompok Tani merupakan kelompok masyarakat produktif yang saat ini mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut dalam melakukan usaha budidaya tanaman sayur akibat pupuk kimia dan obat-obatan untuk pemeliharaan tanaman, anti hama dan pestisida lainnya mengalami kenaikan yang signifikan.
Abdul Razak berdiskusi bersama masyarakat tentang Pembuatan Pupuk Organik dengan Penerapan Ekonanobioteknologi
Hingga menurunkan omzet penjualan sayur karena harga sayur naik. Konsumen mengalami penurunan kemampuan daya beli kebutuhan pokok. Hal ini berdampak ke seluruh aspek kehidupan harian masyarakat di Kelurahan tersebut termasuk kelompok tani sayur-mayur. Artinya, ekonomi mempengaruhi pendapatan, kesehatan mempengaruhi pendidikan, pendidikan terkait dan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan aspek-aspek lainnya.
Hasil yang diperoleh sesuai dengan solusi yang ditawarkan, petani mampu membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan air yang berukuran 200 nm sampai 10 µm. Hal ini sesuai dengan konsep dan merupakan penerapan Ekonanobioteknologi (Razak, 2021).
Pelaksanaan PKM, hasil yang diperoleh : Pengetahuan sebelum mengikuti pelatihan pembuatan Pupuk Cair Organik yaitu 74% sedangkan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair yaitu sebesar 91%. Adapun minat untuk mempelajari dan membuat Pupuk Organik Cair yaitu sebesar 40%.
Pembuatan Pupuk Organik dengan Penerapan Ekonanobioteknologi
Setelah kegiatan PKM dilakukan selama 4 kali semangat peserta untuk membuat pupuk cair makin meningkat. Adapun tahapan-tahapan yang terlihat pada jadwal kegiatan PKM ini. Target luaran yang akan dicapai adalah satu artikel pada jurnal atau prosiding nasional, satu artikel di media cetak dan video kegiatan PKM dengan durasi selama 5 menit. (*)





