Sumbarmadani.com-Selain dikenal dengan pemandangan 3 danaunya (Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang), Kecamatan Danau Kembar juga memiliki ikon kuliner bagi para pecinta kopi. Subarda Coffee Minang Solok, merupakan salah satu ikon kuliner yang wajib dikunjungi oleh para pecinta kopi jika mampir ke Danau Kembar. Selain coffee shop yang menyajikan minuman kopi dengan cita rasa yang khas dan Specialty. Rumah kopi ini juga merupakan tempat pengolahan berbagai jenis kopi seperti: Arabika Proses Fullwashed, Arabika Proses Deep Fermentation Washed (DEF), Arabika Proses Honey, Arabika Proses Honey Anaerob, Arabika Proses Honey Double Anaerob, Arabika Proses Natural, Arabika Proses Natural Anaerob, Arabika Proses Natural Double Anaerob, Arabika Proses Aerobic 90, Arabika Proses Wine dan Robusta Proses Natural yang tersedia dalam kemasan siap saji untuk oleh-oleh maupun biji kopi olahan.
Saat diwawancari oleh Sumbarmadani.com, Muhammad Yani selaku pemilik Rumah Kopi Subarda mengulas bagaimana proses produksi Subarda Coffe Minang Solok. “Kami mengupayakan pengolah kopi yang terbaik, dimulai dari perawatan, budidaya, petik merah, proses pulping, penjemuran, hulling, greding semuanya sesuai dengan Standar Operasional Proses Pengolahan Kopi. Sedangkan dalam system Operasinal kerja, Subarda Coffee memiliki 2 orang tenaga kerja di gudang (pulping, cuci, penjemuran, huling dan packing), 1 orang budidaya pembibitan, 1 orang pemasaran dan 1 orang bekerja di coffee shop/menyajikan minuman kopi”. Ujar Muhammad Yani
Tidak heran jika sejauh ini Subarda Coffee Minang Solok, telah banyak dikunjungi oleh pencinta kopi lokal/nusantara bahkan dunia, seperti; Thailand, China, Jepang, England, Spanyol, Ingris dan Portugis. Bahkan Riri Riza (sutradara film laskar Pelangi) juga sempat menikmati seduhan kopi khas Danau Kembar ini. “Tak elok rasanya jika melewati senja nan dingin tanpa ditemani seduhan kopi di Danau Kembar ini” ujar Riri saat singgah di Rumah Kopi Subarda
Nama Subarda Coffee Minang Solok berawal dari tanamam Kopi yang di tanam, dibudidayakan, dirawat dan diproses didaerah sekitaran Subarang Danau (SUBARDA) Jorong Taluak Anjalai Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek Kecamatan Danau Kembar pada tahun 2018 dari sebuah kelompok tani yang bernama “GUNUANG TALANG” yang beranggotakan 23 orang anggota kelompok. Dengan luas lahan lebih kurang 20 Hektar, kopi ini mulai di tanam dan dirawat sejak tahun 2007 silam.
“Pengembangan kopi di dataran tinggi Subarang Danau Kembar dengan ketinggian 1500 Mdpl – 1700 Mdpl berpotensi menghasilkan biji kopi yang bagus dan banyak diminati oleh pencinta kopi. Kopi Arabika Subarda Minang Solok dengan produk yang berkualitas ini, sudah dieskport keluar negeri seperti ke Malaysia. Sedangkan untuk oleh-oleh kopi bubuk banyak dibawa ke Jepang, Korea dan Mesir.” Ulas Muhammad Yani
Subarda Coffee Minang Solok merupakan salah satu UMKM binaan Dinas Perkebunan dan Pertanian dan Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Solok. Selain itu Rumah kopi subarda ini bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Pertanian, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Karantina. Dinas Perkebunan dan Pertanian, Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Solokpun sering mengunjungi Kelompok Tani “Gunuang Talang” untuk memberikan sosialisasi budidaya, perawatan, dan pengolahan panen serta memberikan harga yang bagus terhadap hasil panen yang baik. Petani yang mengumpulkan hasil panennya ke Subarda Coffee. Sehingga tak heran jika Subarda Coffee Minang Solok ini juga dikenal dengan istilah “Dari Ladang Hingga Terhidang” karena pengunjung bisa menikmati kopi sekaligus menyaksikan pengolahannya. (Iza)




