Sumbarmadani.com- Debat publik dalam rangkaian Pemilihan Serentak 2024 untuk posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat berlangsung dinamis, menghadirkan dua pasangan calon, Mahyeldi-Vasko (Paslon 01) dan Epyardi-Ekos (Paslon 02), yang beradu gagasan terkait integritas pemerintahan. Acara yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Mercure ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengenal visi dan program kedua pasangan, terutama dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan di Sumatera Barat.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, Surya Efitrimen, menekankan bahwa debat ini tidak hanya berfungsi sebagai kampanye, tetapi juga sebagai ajang edukasi politik yang memberi masyarakat kesempatan untuk lebih memahami pilihan mereka. Surya menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat menentukan pilihan secara bijak dan bertanggung jawab pada hari pemungutan suara, Rabu, 27 November 2024.
Dalam sesi debat, kedua pasangan calon diminta untuk memaparkan rencana konkret meningkatkan indeks integritas Sumbar, yang tercatat di angka 70,5 pada tahun 2023, dan memastikan pemerintahan yang bebas dari korupsi. Epyardi Asda, calon gubernur Paslon 02, mengedepankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan. Ia menjanjikan keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, tokoh adat, dan tokoh agama, dalam proses pengambilan keputusan.
“Kami akan menerapkan prinsip anggaran yang berfokus pada kebutuhan rakyat, serta melibatkan Bupati dan Wali Kota dalam penyusunan program. Ini memungkinkan masyarakat untuk memantau pemerintahan secara langsung,” tegas Epyardi. Ekos Albar, pasangannya, menambahkan bahwa e-government adalah langkah penting untuk transparansi, sehingga masyarakat bisa mengakses laporan anggaran secara berkala.
Menanggapi konsep tersebut, Mahyeldi (Paslon 01) menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga penegak hukum, yang telah ia bangun selama masa kepemimpinannya. Ia menjelaskan bahwa kerjasama dengan kejaksaan dan kepolisian dijalankan untuk memastikan semua kegiatan pemerintahan berjalan sesuai aturan. Mahyeldi juga memaparkan tentang penggunaan Dashboard Pemerintahan, platform real-time yang terbuka untuk memantau aktivitas pemerintahan.
Namun, debat ini memanas ketika Epyardi memberikan kritik tajam kepada Mahyeldi, menyebut bahwa beberapa janji Paslon 01 belum sepenuhnya tercermin dalam implementasi di lapangan. Epyardi menekankan bahwa kebijakan yang solid harus disertai realisasi yang konsisten untuk mencapai integritas pemerintahan.
Acara debat publik ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengevaluasi dan membandingkan visi dan rencana kedua pasangan calon secara objektif. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat memperkuat demokrasi, memastikan pilihan yang matang, dan mewujudkan Pilkada yang bermartabat bagi Sumatera Barat (YF).







