• Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home PERISTIWA

PW KMTI Sumbar Menyayangkan Penolakan Tabligh Akbar UAS di Payakumbuh

jurnalis sumbar by jurnalis sumbar
2 tahun ago
in PERISTIWA
182 4
PW KMTI Sumbar Menyayangkan Penolakan Tabligh Akbar UAS di Payakumbuh
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sumbarmadani.com- Julima Hendra, Ketua Bidang Dakwah PW KMTI Sumatera Barat, menyatakan kekecewaannya terhadap penolakan Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad (UAS) di Payakumbuh. Penolakan tersebut didasarkan pada surat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh.

Menurut Julima, keputusan ini memicu kontroversi dan tidak seharusnya terjadi, terutama mengingat hubungan baik yang telah terjalin antara Al-Hussam, lembaga dakwah lokal, dengan UAS.

Julima menegaskan bahwa MUI Kota Payakumbuh seharusnya berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu fitnah. “MUI sebelum mengeluarkan surat penolakan harus memiliki argumen yang kuat dan didukung oleh dalil, agar tidak jatuh dalam fitnah dan kesalahpahaman,” ujar Julima pada Kamis (17/10/2024).

Julima juga meluruskan asumsi yang beredar bahwa kegiatan dakwah tersebut disponsori oleh salah satu pasangan calon yang didukung oleh UAS. “Opini seperti ini perlu diluruskan, dan informasi yang lebih lengkap harus disampaikan kepada publik.

Sebagai warga negara, UAS memiliki hak untuk memberikan dukungan kepada siapa pun dengan syarat yang berlaku,” jelasnya. MUI Kota Payakumbuh menilai hal ini bertentangan dengan Rakorda MUI Sumbar, yang melarang ulama dari luar Sumbar ikut serta dalam politik praktis di daerah tersebut.

Dalam konteks ini, Julima mempertanyakan sikap MUI yang seolah hanya berfokus pada UAS. “Bagaimana dengan artis-artis yang turut memberi dukungan kepada calon kepala daerah di Sumbar? Mengapa MUI tidak bersuara tentang hal ini?” tambahnya. Ia juga menyerukan agar masalah ini diselesaikan melalui dialog terbuka, sehingga masyarakat Sumatera Barat dapat memahami situasi dengan jelas dan tidak terjadi kesalahpahaman.

Penolakan terhadap UAS, menurut Julima, bisa berdampak buruk pada kegiatan dakwah di Sumatera Barat. “Jika ini dibiarkan, maka penolakan terhadap mubaligh dari luar daerah akan menjadi hal yang lumrah, bahkan bisa dilakukan oleh MUI di tingkat kecamatan. Ini akan menghambat dakwah di Minangkabau,” ucapnya.

Maichel Firmansyah, Ketua Umum PW KMTI Sumatera Barat, dalam pernyataannya terpisah, juga menyayangkan keputusan MUI Payakumbuh. Ia menekankan pentingnya tabayyun (klarifikasi) sebelum mengambil keputusan yang krusial.

“Seharusnya MUI melakukan tabayyun dulu, mengadakan musyawarah dan komunikasi dengan pihak terkait sebelum mengeluarkan surat penolakan. UAS adalah pendakwah nasional yang dihormati, jadi harus dipastikan terlebih dahulu apakah ada keterkaitan politik dalam acara tersebut,” kata Maichel.

PW KMTI Sumatera Barat berharap kejadian ini tidak akan terulang di masa depan. Sumatera Barat, yang dikenal dengan adat dan agama yang kental, seharusnya selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. “Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih bijak dalam mengambil keputusan,” tutup Maichel (SH).

Previous Post

Konser ‘Sumbar 1 Gercep’ Mahyeldi-Vasko Hadirkan Slank, Ini Jadwal Lengkapnya

Next Post

Ustadz Abdul Somad Ungkap Kekecewaan Mendalam: “Tak Sanggup Lagi Menginjakkan Kaki di Minangkabau”

Next Post
Ustadz Abdul Somad Ungkap Kekecewaan Mendalam: “Tak Sanggup Lagi Menginjakkan Kaki di Minangkabau”

Ustadz Abdul Somad Ungkap Kekecewaan Mendalam: "Tak Sanggup Lagi Menginjakkan Kaki di Minangkabau"

Recommended.

KPU Sumbar Gelar Pemungutan Suara Ulang di Tanah Datar dan Dharmasraya

KPU Sumbar Gelar Pemungutan Suara Ulang di Tanah Datar dan Dharmasraya

30 November 2024 | 23:15
Gerakan Nasional 1000 Starup Digital Perdana dilaksanakan di Sumatera Barat

Gerakan Nasional 1000 Starup Digital Perdana dilaksanakan di Sumatera Barat

18 Juni 2022 | 19:59

Trending.

Masjid Jabal Rahmah Semen Padang Kembali Raih Juara 1 Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang

Masjid Jabal Rahmah Semen Padang Kembali Raih Juara 1 Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang

26 Maret 2025 | 03:19
Sumbarmadani.com

© 2023 MMG

  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • Padang
    • Agam
    • 50 Kota
    • Bukittinggi
    • Dharmasraya
    • Mentawai
    • Padang Panjang
    • Padang Pariaman
    • Pariaman
    • Pasaman Barat
    • Pasaman Timur
    • Payakumbuh
    • Pesisir Selatan
    • Sawahlunto
    • Sijunjung
    • Solok
    • Solok Selatan
    • Tanah Datar
  • PENDIDIKAN
  • PEMILU
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • LAINYA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • PARIWISATA
    • Madani TV

© 2023 MMG

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In