Sumbarmadani.com- Setelah lebih dari satu bulan menunggu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat resmi memiliki pimpinan definitif pada Rabu, 9 Oktober 2024. Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Sumbar, menyusul pelantikan 65 anggota DPRD pada 28 Agustus 2024 yang sebelumnya dipimpin oleh ketua sementara, Irsyad Syafar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Terbentuknya pimpinan definitif ini dipandang sebagai momentum penting bagi DPRD Sumbar untuk segera memulai tugas-tugas penting mereka. Muhidi, yang berasal dari PKS, ditunjuk sebagai Ketua DPRD Sumbar, didampingi oleh tiga wakil ketua, yaitu Evi Yandri Rajo Budiman dari Gerindra, Iqra Chissa dari Golkar, dan Nanda Satria dari Nasdem. Keempat pimpinan ini berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Padang.
Dalam sambutannya, Irwan, Asisten I Pemprov Sumbar, mengucapkan selamat kepada para pimpinan DPRD yang baru dilantik. “Alhamdulillah, pelantikan pimpinan definitif DPRD Sumbar hari ini berjalan lancar. Semoga dengan kepemimpinan baru ini, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif semakin baik ke depannya,” ujar Irwan. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat daerah.
Ketua DPRD yang baru dilantik, Muhidi, menyampaikan bahwa langkah pertama yang akan diambil setelah terbentuknya pimpinan definitif adalah membentuk alat kelengkapan dewan (AKD). “Kami akan segera membentuk komisi-komisi, badan anggaran, badan musyawarah, dan badan kehormatan. Dengan adanya AKD, kami dapat lebih cepat bekerja sama dengan pihak eksekutif untuk membahas berbagai program pembangunan daerah,” tegas Muhidi.
Sebelumnya, selama masa transisi, Irsyad Syafar dari PKS memimpin DPRD Sumbar sebagai ketua sementara. Dengan dilantiknya pimpinan definitif ini, DPRD Sumbar siap menjalankan tugas-tugas legislatif secara lebih terstruktur dan fokus pada isu-isu penting di daerah, termasuk anggaran dan program prioritas pembangunan.
Pada Pemilihan Legislatif 2024, PKS dan Gerindra masing-masing berhasil memperoleh 10 kursi di DPRD Sumbar, menjadikan mereka partai dengan perolehan kursi terbesar. Golkar dan Nasdem, masing-masing meraih 9 kursi, turut berperan besar dalam pembentukan pimpinan DPRD yang definitif.
Dengan pelantikan ini, DPRD Sumbar diharapkan dapat segera mengambil peran aktif dalam mempercepat pembangunan daerah, serta menyelesaikan permasalahan mendesak yang memerlukan koordinasi erat antara legislatif dan eksekutif.



